Semua kegiatan on farm yang dilaksanakan di kandang Komunal Ngudi Dadi Farm

Kegiatan Pelatihan Brilian Specialist Development Program (BSDP)

Assalamualaikum wr.wb
Halo sedulur Ternak semua !!

Pada hari Kamis 17 Maret 2022 P4S Ngudi Dadi Farm mendapat kunjungan dari siswa-siswa Mantri BRI dalam rangkaian acara ” Kegiatan Pelatihan Brilian Specialist Development Program (BSDP), Profil Bisnis Mikro level 2 tahun 2022 Bidang Peternakan “Kegiatan yang digagas oleh BRI Research Institute dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto diikuti oleh 35 orang peserta.

Testimoni teman-teman BRI ; “Saya Fiki dr BRI Majenang. Datang ke KTT Ngudi Dadi Kecamatan Kejobong untuk melakukan studi banding mengenai kelompok peternakan di Desa Kedarpan ini. Yang bisa dilihat pengelolaannya mumpuni bisa ditiru, dari semua pihak bersinergi dengan baik, bisa jadi contoh buat semua peternak di desa lain atau di wilayah lain.”

Testimoni dari Bapak Widodo Winarto; “Saya Widodo Winarto Lecture BRI Corporate Univesity Campus Yogya. Saat ini saya sedang mendampingi siswa-siswi dari Mantri BRI untuk lebih paham tentang analisis kredit di sektor budidaya ternak kambing. Begitu hadir kesini…WOWW!!! kesannya luar biasa. Seandainya saya masih jadi AO (Account Officer), ini saya sudah kembangkan habis-habisan. Saya pesen kepada temen-teman yg di Ngudi Dadi selamat sudah membuat rintisan yang luar biasa. Kedepannya problem yg akan menghadang masih banyak lagi bukan hanya budidaya tapi dari sisi organisasi, dari sisi penataan keuangan, dan dari sisi pemasaran. Melihat prospek yang seperti ini saya yakin 2-3 tahun kedepan akan lebih bagus lagi.”

Good Selamat !!! Wassalamualaikum wr.wb

Gerakan Mengkonsumsi Pangan Asal Hewan Yang Aman, Sehat, Utuh, & Halal (ASUH)

Pada hari Rabu 16 Maret 2022 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan acara “Gerakan Mengkonsumsi Pangan Asal Hewan Yang Aman, Sehat, Utuh, & Halal (ASUH)” di P4S Ngudi Dadi Farm Desa Kedarpan Purbalingga.

Turut hadir dalam acara yaitu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Camat Kecamatan kejobong, Perwakilan Pemerintah Desa Kedarpan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga, Kepala Seksi Kesmavet Provinsi Jateng, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Purbalingga, Kepala Lab Tipe B Keswan Provinsi Jateng, PKK Desa Kedarpan, Siswa dan Pendamping SD Kedarpan. Alhamdulilah acara berlangsung dengan lancar & sukses 😊

Bersamaan dengan acara tersebut di P4S Ngudi Dadi Farm juga dilakukan acara pengobatan gratis yang diperuntukan bagi hewan ternak yg ada di kandang Ngudi Dadi dan peternak sekitar. Tentunya tidak hanya manusianya yg sehat karena minum susu, tapi juga ternaknya harus sehat agar berproduksi dengan baik 😊

Kunjungan TK Pertiwi Langgar Kecamatan Kejobong Purbalingga Ke Ngudi Dadi Farm

Pada Sabtu tanggal 26 Februari 2022 TK Pertiwi Langgar Kecamatan Kejobong Purbalingga berkunjung ke P4S Ngudi Dadi Farm dalam rangka puncak tema binatang. Rombongan yang terdiri dari tiga puluh empat siswa siswi dan tiga guru datang ke kandang Ngudi Dadi Farm sekitar pukul 10.00 WIB. Rombongan disambut oleh Bunda Parsini dan Bunda Fitri yang sudah menunggu di Kandang. Keceriaan siswa siswi nampak ketika masing-masing menerima seikat rumput dari Bunda Parsini yang akan diberikan kepada kambing.

Kesan pesan dari kami “Disini tempatnya bagus, sejuk, fasilitas juga sudah mulai memadai. Semua hewan ternak disini dalam keadaan sehat, jenis kambingnya juga banyak terutama kambing khas Kejobong. Selain ada kambing disini juga ada tanaman Hydroponik yang bisa dikunjungi oleh semua sekolah baik PAUD, TK, SD dan jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu disini pakannya juga produksi sendiri tidak diambil dari luar wilayah seperti odot dan jenis rumput lainnya. Semoga kedepannya Ngudi Dadi Farm semakin jaya semakin sukses dan fasilitasya juga semakin oke” Ucap Bu Etika Rakhmah Fatimah, S.Pd selaku Kepala Sekolah TK Pertiwi Langgar.

Study Banding KTT Terus Jaya Desa Kebakalan Kebumen ke Kandang Ngudi Dadi Farm

Senin 21 Februari 2021 P4S Ngudi Dadi Farm kembali menerima kunjungan study banding. Kegiatan study banding merupakan kegiatan kunjungan pembelajaran terkait dengan pengelolaan ternak di kandang Ngudi Dadi Farm. Sebanyak delapan belas orang anggota dan pengurus KTT “Terus Jaya” sampai kandang Ngudi Dadi dengan menggunakan mobil elf. Rombongan selanjutnya diterima oleh Ketua KTT Ngudi Dadi yaitu Bpk Suwono Arif Nurudin. Acara pemaparan dan diskusi hangat dilakukan di saung mandiri. Pak Suwono sebagai Ketua P4S Ngudi Dadi Farm menyampaikan sejarah dan manajemen kelembagaan pengelolaan ternak di Ngudi Dadi Farm. Pak Maryono sebagai salah satu pendiri KTT Ngudi Dadi dan peternak senior juga ikut bercerita tentang sejarah kambing Kejobong yang merupakan kambing khas Purbalingga. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Agus Slamet Hamarsudi, S. ST. selaku Kepala BPP Kejobong, Mohammad Hermawan selaku Pendamping PPL Kejobong, drh. Rinandar Sahara selaku pendamping kesehatan ternak dari dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga dan beberapa peternak dan pengurus P4S Ngudi Dadi Farm.

Acara dilanjutkan dengan berkeliling kandang melihat koleksi ternak dan fasilitas pendukung yang ada di P4S Ngudi Dadi Farm. ” KTT Ngudi Dadi sangat kompak banyak inovatisi dan banyak trobosan-terobosan sehingga kelompok tersebut patut untuk percontohan KTT yang lain, pesannya untuk mempercantik lokasi di tambah tanaman yang berbunga dan jaga kekompakan yg sudah berjalan Terimakasih” Ucap Pak Sunardi sebagai perwakilan KTT Terus Jaya Kebumen.

Terimakasih atas kunjungannya semoga bisa tambah seduluran maju dan sukses selalu untuk KTT Terus Jaya Kebumen aamiin 😊

Perkuat Kompetensi & Keterampilan Mahasiswa, UP3 Unsoed Pilih Magang di Ngudi Dadi Farm Purbalingga

Dalam rangka memperkuat kompetensi dan keterampilan mahasiswa, Ngudi Dadi Farm menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh Unit Pengembangan Penelitian Peternakan Fakultas Peternakan (UP3) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto sebagai lokasi magang mahasiswa. Kegiatan magang diikuti oleh 20 orang peserta yang dibagi menjadi 2 kloter pada 6 hingga 26 Januari 2022. Masing-masing kloter menjalankan kegiatan magang selama 10 hari.

Selama magang mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan bersama peternak dalam pemeliharaan kambing, pemberian minum,  pengecekan bobot kambing, pembuatan pakan ternak berbasis fermentasi, pengolahan pakan ternak dari singkong, manajemen kandang, dan manajemen kesehatan ternak.


“Terimakasih Bapak Suwono selaku Ketua KTT Ngudi Dadi dan seluruh peternak sudah berkenan dalam kegiatan magang UP3 ini serta mendampingi dan membimbing temen-temen mahasiswa di Ngudi Dadi Farm, semoga kedepannya peternakan Ngudi Dadi bisa menginspirasi banyak mahasiswa di Fapet Unsoed ataupun masyarakat sekitar. Mohon maaf sebelumnya apabila dari kami banyak kekurangannya” (Inas Maharani, perwakilan mahasiswa Unsoed)

Ngudi Dadi Farm Resmi Mendapatkan Sertifikat P4S

Di Penghujung tahun 2021 lalu Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi mendapatkan kabar gembira bagi perkembangan kelembagaan kelompok. Kabar gembira yang dimaksud yaitu mendapatkan pengukuhan dan penyerahan Sertifikat P4S Penumbuhan Tahun 2021 oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Acara pengukuhan tersebut dilakukan secara virtual pada hari Senin tanggal 27 Desember 2021.

Sejak awal Tahun 2021, KTT Ngudi Dadi diusulkan sebagai Pusat Penyuluhan Pertanian dan Perdesaan (P4S). Usulan ini didorong oleh seringnya kunjungan dari berbagai instansi untuk pengelolaan ternak di kandang Ngudi Dadi. Setelah melalui berbagai proses antara lain pengisian formulir, pendaftaran, dan peninjuan akhirnya kelembagaan ternak Ngudi Dadi mendapatkan pengesahan atau SK sebagai Pusat Penyuluhan Pertanian dan Perdesaan (P4S) kelas Madya pada tanggal 22 Desember 2021 dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu perkembangan Ngudi Dadi. Semoga menjadi ladang amal dan dibalas kebaikan yang melimpah oleh Alloh Swt.

Fokus Pemandirian Program Desa BSI Purbalingga

Tahun ketiga program Desa BSI klaster peternakan kambing di kabupaten Purbalingga memasuki fase pemandirian program. Ngudi Dadi yang mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari Laznas BSM Umat dan Bank Syariah Indonesia sejak tahun 2018 diharapkan mampu tumbuh dan berkembang secara mandiri. 

Prinsip dalam pemandirian program difokuskan pada upaya sinergitas dengan berbagai stakeholder baik yang dekat dengan lokasi program maupun stakeholder pemerintah. 

Beberapa stakeholder yang dilibatkan dalam memperkuat program yaitu sinergi dengan BUMDES Darma Tirta Desa Kedarpan Purbalingga dalam mengelola Program Investasi Ternak pada Idul Qurban 1442 H/2021. Tim BUMDES yang diisi oleh SDM yang masih muda dan mempunyai tingkat Pendidikan yang baik telah memberikan dampak positif dalam mengoptimalkan peluang Idul Qurban. 

Sinergi lain yang terus ditingkatkan dalam proses pemandirian program yaitu kerjasama stakeholder dengan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga. Kelompok Ngudi Dadi menjadi lembaga yang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga dalam kegiatan pembelajaran ternak dan studi banding dari kelompok atau desa lain yang berada di Kabupaten Purbalingga. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Februari 2021 yaitu “Sarasehan KTT Andalan Teknologi Peternakan & Kesehatan Hewan”. Acara yang digagas oleh  Dinas Pertanian Jawa Tengah dan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga dihadiri oleh kelompok ternak yang berasal dari 15 desa di Kabupaten Purbalingga. 

Selain dengan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, sinergi terus ditumbuhkan dengan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia cabang Purbalinggga. Salah satu bentuknya yaitu Kegiatan Pelatihan Ternak yang dilaksanakan pada Maret 2021. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut yaitu Formulasi Pakan Ternak dan Kesehatan Ternak. Acara ini rutin dilakukan dalam rangka memperkuat silaturahmi sesama anggota HPDKI Purbalingga

MIKROORGANISME LOKAL

Mikro Organisme Lokal atau yang biasa disebut sebagai MOL merupakan pengembangbiakan mikroorganisme yang dapat mempercepat penguaraian pupuk kandang menjadi pupuk organik dengan kandungan unsur lebih tinggi. Mikroorganisme lokal tersebut adalah cairan hasil fermentasi yang mengandung mikroorganisme hasil produksi sendiri dari bahan-bahan alami yang tersedia. MOL juga merupakan kumpulan mikroorganisme yang diternakkan, yang berfungsi sebagai starter dalam pembuatan bokasi atau kompos.

MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Karbohidrat sebagai sumber nutrisi untuk mikroorganisme dapat diperoleh dari limbah organik. Bahan bahan yang diperlukan saat pembuatan MOL yaitu susu segar atau bisa juga menggunakan susu powder sebanyak 2 liter. Telur 4 buah, telur yang digunakan yaitu telur itik dengan tujuan agar mikroorganisme yang dihasilkan semakin banyak. Madu 250 ml sebagai sunber glukosa, kunir 250 gr dan air kurang lebih 18 liter. Sedangkan peralatan yang digunakan yaitu alat-alat yang masih sederhana yaitu parutan, pisau, timbangan analitik, baskom, drigen, dan pengaduk.

Mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang pada suatu bahan dapat menyebabkan berbagai perubahan pada fisik maupun komposisi kimia, seperti adanya perubahan warna, kekeruhan, dan bau asam. Langkah pertama dalam pembuatan MOL yaitu mengubah kunir menjadi partikel partikel kecil dengan cara diparut. Selanjutnya campurkan madu dan telur ke dalam parutan kunir dan diaduk sampai rata. Tambahkan susu segar ke bahan yang sudah tercampur dan aduk kembali sampai rata. Setelah tercampur rata  masukkan bahan bahan tersebut ke dalam drigen, lalu tambahkan air sampai penuh dan tutup drigen rapat-rapat.

Keunggulan utama penggunaan MOL adalah murah bahkan tanpa biaya karena bisa menggunakan bahan limbah yang terdapat disekitar. Selain itu ada beberapa keuntungan lain yaitu mendukung pertanian ramah lingkungan, pembuatan serta aplikasinya mudah dilakukan, mengandung unsur kompleks dan mikroba yang bermanfaat dalam produk pupuk dan dekomposer organik yang dihasilkan. Namun, MOL juga memiliki kekurangan yaitu MOL belum diketahui oleh peternak-peternak lokal pada umumnya. Proses fermentasi MOL juga memakan waktu kurang lebih satu minggu baru bisa digunakan. (Aziz &Alvi, 2021)

Mengolah Limbah Kandang Jadi Pupuk Organik Cair

Salah satu kegiatan magang mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed pada awal tahun 2021 yaitu membuat Pupuk organik cair (POC). Pupuk organic cair adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia. Pupuk organik cair terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair kebanyakan diaplikasikan melalui daun atau disebut sebagai pupuk cair daun yang mengandung hara makro dan mikro esensial. Pemberian pupuk organik cair harus memperhatikan konsentrasi atau dosis yang diaplikasikan terhadap tanaman. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair melalui daun memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik daripada pemberian melalui tanah (Marpaung, 2014). Pernyataan tersebut didukung pula oleh Manulang, dkk (2014) dalam penelitiannya yang menyatakan bahwa pupuk organik cair yang di semprotkan melalui tubuh tumbuhan memiliki kelebihan yaitu mengurangi pencucian tanah, penguapan, dan fiksasi tanah yang dapat mebghilangkan unsur hara dalam tanah.

Pupuk organik cair dibuat dengan beberapa bahan organik diantaranya adalah feses kambing, molases, EM4, dan air. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Marpaung, dkk (2014) bahwa pupuk organik cair diolah dari bahan baku berupa kotoran ternak, kompos, limbah alam, hormon tumbuhan, dan bahan-bahan alami lainnya yang diproses secara alamiah selama 2 bulan. Dalam pemberian pupuk cair ini dapat disiramkan langsung ke akar maupun batang tanaman (Sepriyaningsih dkk, 2019). Perlatan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair yaitu tong penyimpanan (silo) sebagai tempat proses fermentasi, plastik sebagai penutup agar udara tidak masuk, ring pengunci tong/silo agar terkunci rapat tanpa udara, cangkul, ember, pengaduk, timbangan, dan karung sebagai tempat penampung feses kambing yang akan ditimbang.

Pembuatan pupuk organik cair diawali dengan menimbang bahan utama penyedia mikroorganisme tanah yaitu feses kambing sebanyak 20 kg, setelah itu feses kambing dimasukan kedalam tong/silo secara perlahan diselingi dengan penambahan air serta pengadukan, tambahkan molases setelah tong/silo terisi setengah bagian sembari diaduk agar merata, tambahkan pula bakteri EM4 dan aduk aduk terus hingga merata, masukan feses kambing secara bertahap dan air hingga tong/silo penuh, tutup tong dengan plastik lalu tutup kembalu dengan penutup tong/silo kemudian kunci dengan ring agar udara tidak masuk, diamkan selama 2 bulan. Molases berfungsi sebagai sumber makanan bakteri yang akan dikembangkan sedangkan EM4 merupakan mikroorganisme tambahan untuk menyempurnakan unsur hara dalam tanah. Proses pembuatan pupuk organik cair menerapkan proses fermentasi anaerob sebab prosesnya mengharuskan ketiadaan oksigen dalam silo/tong penyimpanan.

Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat di antaranya dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae, sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara, dapat meningkatkan vigor tanaman, sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca, dan serangan patogen penyebab penyakit, merangsang pertumbuhan cabang produksi, serta meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, serta mengurangi gugurnya daun, bunga, dan bakal buah (Marpaung, 2014). Pupuk organik cair memiliki kelebihan yaitu lebih baik dugunakan karena terhindar dari bahan-bahan kimia/sintetis serta dampak yang baik bagi kesehatan. Menurut Sepriyaningsih, dkk (2019) pupuk organik memiliki keunggulan yaitu unsur hara yang terkandung didalamnya lebih mudah diserap. Kekurangan pupuk organik cair yaitu memerlukan waktu yang lebih lama untuk siap digunakan. (Nuha, Dea, Fida 2021)

Manullang, G. S., Abdul, R., dan Puji, A., 2014. Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Pupuk Organik

Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Varietas Tosakan. Jurnal Agrifor. 13(1): 33 – 40.

Marpaung, A.E, Karo, B, dan Tarigan, R. 2014. Pemanfaatan Pupuk Organik Cair dan Teknik

Penanaman Dalam Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Kentang (The Utilization of Liquid Organic Fertilizer and Planting Techniques for Increasing the Potato Growth and Yielding). Jurnal Horticultural. 24(1): 49 – 55.

Sepriyaningsih, Ivoni, S., dan Eka, L. 2019. Pengaruh Pupuk Cair Limbah Organik Terhadap

Pertumbihan dan Produktivitas Bawang Merah (Allium ascalonicus L.). Jurnal Biologi dan Pembelajarannya. 6(1): 32 – 35.p