MIKROORGANISME LOKAL

Mikro Organisme Lokal atau yang biasa disebut sebagai MOL merupakan pengembangbiakan mikroorganisme yang dapat mempercepat penguaraian pupuk kandang menjadi pupuk organik dengan kandungan unsur lebih tinggi. Mikroorganisme lokal tersebut adalah cairan hasil fermentasi yang mengandung mikroorganisme hasil produksi sendiri dari bahan-bahan alami yang tersedia. MOL juga merupakan kumpulan mikroorganisme yang diternakkan, yang berfungsi sebagai starter dalam pembuatan bokasi atau kompos.

MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Karbohidrat sebagai sumber nutrisi untuk mikroorganisme dapat diperoleh dari limbah organik. Bahan bahan yang diperlukan saat pembuatan MOL yaitu susu segar atau bisa juga menggunakan susu powder sebanyak 2 liter. Telur 4 buah, telur yang digunakan yaitu telur itik dengan tujuan agar mikroorganisme yang dihasilkan semakin banyak. Madu 250 ml sebagai sunber glukosa, kunir 250 gr dan air kurang lebih 18 liter. Sedangkan peralatan yang digunakan yaitu alat-alat yang masih sederhana yaitu parutan, pisau, timbangan analitik, baskom, drigen, dan pengaduk.

Mikroorganisme yang tumbuh dan berkembang pada suatu bahan dapat menyebabkan berbagai perubahan pada fisik maupun komposisi kimia, seperti adanya perubahan warna, kekeruhan, dan bau asam. Langkah pertama dalam pembuatan MOL yaitu mengubah kunir menjadi partikel partikel kecil dengan cara diparut. Selanjutnya campurkan madu dan telur ke dalam parutan kunir dan diaduk sampai rata. Tambahkan susu segar ke bahan yang sudah tercampur dan aduk kembali sampai rata. Setelah tercampur rata  masukkan bahan bahan tersebut ke dalam drigen, lalu tambahkan air sampai penuh dan tutup drigen rapat-rapat.

Keunggulan utama penggunaan MOL adalah murah bahkan tanpa biaya karena bisa menggunakan bahan limbah yang terdapat disekitar. Selain itu ada beberapa keuntungan lain yaitu mendukung pertanian ramah lingkungan, pembuatan serta aplikasinya mudah dilakukan, mengandung unsur kompleks dan mikroba yang bermanfaat dalam produk pupuk dan dekomposer organik yang dihasilkan. Namun, MOL juga memiliki kekurangan yaitu MOL belum diketahui oleh peternak-peternak lokal pada umumnya. Proses fermentasi MOL juga memakan waktu kurang lebih satu minggu baru bisa digunakan. (Aziz &Alvi, 2021)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *